Halaman

Selasa, 22 Oktober 2013

MASIH ADA NIAT SESUDAH AKAD NIKAH


Sesudah akad nikah, ada kesempatan untuk memeriksa kembali niat ketika
hendak melangkah ke pelaminan. Bahtera rumah tangga mulai mengarungi lautnya.
Sebelum berlayar jauh, kita bisa beristighfar bersama-sama atau apa pun yang baik
untuk kejernihan hati. Saya perlu menggarisbawahi tambahan kata-kata "atau apa pun
yang baik" karena perkara ini tidak termasuk perkara yang wajib, sehingga saya
khawatir jika ini dianggap wajib. Istighfar atau apa pun kalimat-kalimat thayyibah itu
tidak wajib, hanya bersifat sebagai ikhtiar untuk mencapai kemaslahatan. Jika
dianggap wajib, saya khawatir justru saya berdosa karenanya.
'Alaa kulli hal, masih ada niat sesudah akad nikah. Niat yang baik setelah
mengarungi bahtera rumah tangga, insya Allah dapat memperbaiki kesalahankesalahan
niat sebelumnya. Mudah-mudahan Allah menjadikan rumah tangga kita
penuh barakah.
Masih ada niat sesudah hidup bersama. Niat ketika berhias maupun niat ketika
berhubungan intim. Niat Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu adalah salah satu
contohnya. Beliau pernah berkata, "Sungguh aku memaksakan diri bersetubuh dengan
harapan Allah akan mengaruniakan dariku makhluk yang akan bertasbih dan
mengingat-Nya."


dikutip dari buku "kado pernikahan untuk istriku" buku bagus niih.. wajib baca semua...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar