Halaman

Minggu, 22 Desember 2013

Review: Acara Adat Minangkabau - BABAKO - Pemberian Gelar (Batagak Gala)

Jakarta, 1 November 2013


Yaph, sampai juga di awal acara Prosesi Pernikah kami Erna & Fauzan
acara pertama sebelum  akad nikah itu adalah pemberian gelar untuk Calon Mempelai Pria,
kebetulan calon mertua asli minangkabau atau padang jadi harus ada acara adat yg namanya BABAKO atau Betagak Gala (Pemberian Gelar),
Pihak keluarga dari ayah calon mempelai wanita (disebut bako) ingin memperlihatkan kasih sayangnya dengan ikut memikul biaya sesuai kemampuan. Acara berlangsung beberapa hari sebelum acara akad nikah.Perlengkapan yang disertakan biasanya berupa sirih lengkap (sebagai kepala adat), nasi kuning singgang ayam (makanan adat), antaran barang yang diperlukan calon mempelai wanita seperti seperangkat busana, perhiasan emas, lauk pauk baik yang sudah dimasak maupun yang masih mentah, kue-kue dan sebagainya.
lalu....
Pemberian gelar untuk calon mempelai laki laki inilah, baik ia orang  Minang maupun orang dari suku dan bangsa lain, yang wajib disebutkan pada waktu berlangsungnya sambah-manyambah dalam acara manjapuik marapulai. Hal ini ditanyakan oleh juru bicara rombongan calon mempelai pria yang menanti. Kemudian disebutkan pula secara resmi ditengah-tengah orang ramai setelah selesai acara akad nikah secara Islami. Inilah yang disebut dalam pepatah petitih :

Indak basuluah batang pisang Basuluah bulan jo matoari Bagalanggang mato rang banyak


Pengumuman gelar mempelai pria secara resmi setelah selesai acara akad nikah ini sebaiknya disampaikan langsung oleh ninik mamak keluarga mempelai pria, atau bisa juga disampaikan oleh pembawa acara. Dalam pengumuman itu disebutkan secara lengkap dari suku dan kampung mana gelar itu diambilkan.


gitu....

aku juga ga tau banyak sih..
jadi mamasku Fauzan Setiawan sekarang berubah nama jadi Malin Sakti yang artinya Orang yg Alim & Berbakti.....
yihi... bang malin..

























Tidak ada komentar:

Posting Komentar